seliter dawet, lukisan awan dan rintik hujan.
siang itu saya selo
selo menerima ajakan makan siang darimu, selo bercerita dan menghabiskan waktu bersamamu
setengah satu siang waktu itu, dan matahari cukup panas. kita berangkat menuju jakal km 15,5
dan tepatnya di raminten.
tidak ada hal khusus kenapa saya pengen kesana
yang pasti tempatnya sendu buat bertukar cerita tentang kehidupan
seliter dawet yang telah kamu pesan menemani obrolan kita.
kata demi kata, kalimat mengalir menjadi paragraf,
hingga akhirnya menjadi sebuah cerita pendek
saya ga pernah bosan mendengar cerita yang keluar dari mulut kamu,
saya ga pernah bosan melihat senyum manis kamu
dan saya berharap ini ga akan pernah berakhir..
hingga sampai disuatu menit, dan saya bilang coba deh mas liat pohon itu. menyatu ya sama awan nya.. kayak lukisan :D
entah kenapa saya ingin kamu juga melihat apa yang saya juga lihat
saya ingin kamu juga merasakan apa yang saya rasakan
cantik, sejuk dan menyatu dengan alam
selagi menyruput dawet yang telah kamu pesan, saya pun menikmati suasana ini.
suasana rintik hujan, yang sejuk, yang adem, yang nyaman berada di gazebo depan kolam
semua itu karena kamu
dan tidak terasa sudah menjelang petang.
saya tidak berharap lebih untuk semua yang telah kita lewati bersama.
saat ini saya berusaha untuk bahagia bisa menjalani semua hari bersama dengan mu
walaupun hari mu juga tidak sepenuhnya milik saya
ah, yang terpenting buat saya saat ini adalah kamu sukses menggapai mimpi mimpimu
buat saya, kamu adalah pohon, yang indah dan akan menyatu dengan awan.
menjadi sebuah lukisan alam yang indah dalam hidup saya.
terimakasih
siang itu saya selo
selo menerima ajakan makan siang darimu, selo bercerita dan menghabiskan waktu bersamamu
setengah satu siang waktu itu, dan matahari cukup panas. kita berangkat menuju jakal km 15,5
dan tepatnya di raminten.
tidak ada hal khusus kenapa saya pengen kesana
yang pasti tempatnya sendu buat bertukar cerita tentang kehidupan
seliter dawet yang telah kamu pesan menemani obrolan kita.
kata demi kata, kalimat mengalir menjadi paragraf,
hingga akhirnya menjadi sebuah cerita pendek
saya ga pernah bosan mendengar cerita yang keluar dari mulut kamu,
saya ga pernah bosan melihat senyum manis kamu
dan saya berharap ini ga akan pernah berakhir..
hingga sampai disuatu menit, dan saya bilang coba deh mas liat pohon itu. menyatu ya sama awan nya.. kayak lukisan :D
entah kenapa saya ingin kamu juga melihat apa yang saya juga lihat
saya ingin kamu juga merasakan apa yang saya rasakan
cantik, sejuk dan menyatu dengan alam
selagi menyruput dawet yang telah kamu pesan, saya pun menikmati suasana ini.
suasana rintik hujan, yang sejuk, yang adem, yang nyaman berada di gazebo depan kolam
semua itu karena kamu
dan tidak terasa sudah menjelang petang.
saya tidak berharap lebih untuk semua yang telah kita lewati bersama.
saat ini saya berusaha untuk bahagia bisa menjalani semua hari bersama dengan mu
walaupun hari mu juga tidak sepenuhnya milik saya
ah, yang terpenting buat saya saat ini adalah kamu sukses menggapai mimpi mimpimu
buat saya, kamu adalah pohon, yang indah dan akan menyatu dengan awan.
menjadi sebuah lukisan alam yang indah dalam hidup saya.
terimakasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar