Januari 25, 2013

rindu yang tak tahu malu .

menjelang pukul 4 sore.
ingatan saya tentang kamu kembali lagi.
tentang kita yang dulu, yang pernah bersama menjalani hari sebagai sahabat baik.
bercerita tentang kamu dan hidupmu. tentang saya dan hidup saya. tentang kita dan hidup kita.
bahkan ketika cerita itu sampai di titik bahwa kamu merindukan mantanmu, di titik bahwa kamu ingin kembali menikmati rasa rasamu yang dulu. dan saat itu aku dengan senang hati mendengar, merasakan kerinduanmu untuknya dan merasakan apa yang ingin kamu ungkapkan.

ketika di suatu sore kita berlari kecil di lapangan sambil bercerita tentang motivasi hidup, bekerja. tentang filosofi filosofi. semua itu masih hangat di ingatan saya.
ketika di suatu sore pula kita bertemu di kolam. bercerita tentang apa yang dirisaukan. tentang hal hal yang sulit untuk kita tentukan mana yang harus dilakukan dan mana yang harus dilupakan.
matahari beranjak memudar,
dimana kita bertemu di sebuah angkringan, menemanimu menghabiskan beberapa puntung rokok.
menemaniku menghabiskan segelas susu putih. bercerita tentang masa masa indah mu dulu bersamanya.

ketika di suatu malam kita bertemu di suatu tempat, bercerita tentang keinginanmu membuat novel. menulis cerita tentang kisah hidupmu. bertukar ide.
ketika di suatu malam pula kita bertemu disuatu kerinduan. bahwa akhirnya aku merindukan mu, merindukan sosok kamu dan semua cerita mu.
ketika beberapa hari ini saya memilih menghabiskan waktu bersama mu. mengobati rindu-rindu yang setiap detik hadir. setiap menit memaksa ku untuk mencari tahu apa yang sedang kamu lakukan.

entah kenapa semua ketika ketika itu menjadi hadir dalam ingatan saya.
memaksa saya untuk selalu merindukan ketika ketika itu
membuat saya selalu merepotkan kamu dengan rindu saya yang terkadang tak tahu malu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar