Maret 27, 2011

sajak tentang batu

terlalu banyak hal yang tidak mengerti, entah aku terlalu bodoh atau apa .. aku tak tau
batu memang tak pernah bergerak, namun ia mengerti harus berbuat apa saat hujan . ia tetap terdiam. ia tetap berada ditempat . ia tidak berubah . ia tidak mengeluh . ia tidak berpindah hanya untuk sembunyi dari hujan .
kenapa aku tak sepertinya? kenapa aku tak bisa tetap terdiam dikala banyak orang menhujankan kata pedas kepadaku .
aku ingin sepertinya, yang diam di tempat ketika banyak palu memukulku .
aku tak ingin berteriak, tapi entah mengapa mulut ini tak hentinya bergumam hinggaa berteriak kencangnya.

batu, akankah kau benar-benar ada dan muncul didepanku sehingga aku tau bagaimana perasaanmu yang sebenarnya? akankah kau beritahu padaku, sesungguhnya perasaanmu menjadi sesosok benda yang tak mampu mengucapkan kata tidak.

kau memang benda. hanya benda.
tapi mengapa kau lebih tegar daripadaku? kau lebih tangguh dan lebih kuat .
hanya sinar matahari yang perlahan mampu mengikis kekokohanmu .,
entah saat ini, esok ataupun seterusnya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar